Tips 01. Mengatasi Rasa Marah

Marah adalah tindakan dari buah perasaan yang dirasakan atau emosi akibat dari keputusan merasa marah. Artinya seorang bisa marah apapun penyebabnya karena ia secara pribadi memutuskan merasa marah.

Banyak orang tidak menyadari, bahwa marah adalah keputusan diri, artinya apapun yang terjadi, jika seorang tidak memutuskan marah, misalnya memutuskan merasa tetap tenang, merasa lucu atau geli, merasa nyaman, maka ia segera merasakan rasa yang ia putuskan.Jika seorang hendak memutuskan marah karena suatu sebab peristiwa di luar dirinya, atau bahkan mungkin dapat saja dari dalam dirinya, maka silakan bertanyalah kepada diri sendiri dan jawablah dalam pikiran, katakan atau tuliskan jawaban Anda atas pertanyaan berikut:  

  1. Ada apa?
  2. Apakah ada kaitanya dengan saya?
  3. Ya atau pun tidak, untuk apa saya marah?
  4. Apa pentingnya jika saya memutuskan marah
  5. Apa untungnya saya marah?
  6. Apa maknanya saya marah?

Jika sudah selesai menjawab, rasakan jawaban2 Anda, dan temukan diri Anda tak jadi memutuskan merasa marah.

Article 05. Gunakan Daya Dirimu, Berdayakan Orang Lain

Hidup Penuh Sumberdaya Kemudian berdayakan orang lain. “Use your power to empower others.” Ungkapan John Grinder ini terlalu sederhana di dengar, namun mengandung makna sangat berharga dan mendalam. Gunakan daya dirimu, untuk berdayakan  orang lain.

Dalam ungkapan ini berlaku hukum memberi dan menerima. Pertama untuk memberi, seorang harus memiliki apa yang hendak diberikan. Yang menerima memahami pemberian, menghargai dan memanfaatkan untuk meningkatkan nilai dirnya. Tentu saja tetap diikuti keduanya menyempatkan diri untuk saling berinteraksi guna melakukannya. Seorang perlu memiliki apa yang dapat diberikan kepada orang lain. Dalam NLP, salah satu presuposisinya berbunyi, setiap orang sudah memiliki sumberdaya untuk suskes.

Apa saja sumberdaya diri yang sudah tersedia dalam setiap orang?

Manusia adalah ciptaan terbaik dalam alam semesta. Pertama diberikan tubuh yang sempurna, apapun keadaanya, tak ada satu teknologipun yang dapat menyamai ciptaan Tuhan berupa tubuh manusia, dan kesempurnaan tubuh itu diberikan kepada Anda dalam kehidupan Anda. Sumberdaya diri pertama adalah memiliki tubuh sempurna. Tingga dipelihara dengan memberi asupan tepat dan hidup seimbang.

Selanjutnya, sadari… saat penciptaan tubuh terjadi, disusul anugerah kehidupan berupa jiwa atau ruh. Jiwa setiap orang berasal langsung dari Sang Pencipta. Maka zat dari sifat2 Sang Pencipta juga terkandung di dalam jiwa setiap orang. Karena Sabda Allah sendiri yang mengatakan saat menciptakan manusia, Baiklah sekarang kuciptakan manusia secitra denganku. Jadi setiap manusia itu semirip, segambaran dengan penciptanya. Jiwanya suci langsung dari Sang Pencipta. Tinggal dipelihara dengan menjalankan perintah keimanan masing-masing, dan menjauhi larangan-laranganNya.

Ketiga, setiap manusia kemudian diberikan pikiran yang ditempatkan dalam otaknya. Pikiran manusia memiliki kemampuan tak terbatas, namun sepanjang hidup dan diketahui, pikiran manusia baru terpakai sekitar 16%, dan ini pikiran dalam otaknya Albert Einstain. Kebayang berapa persen pikiran kita telah terpakai. Jika dianggap sama, sekitar 15% maka sisanya 85% masih kosong. Bagian pikiran yang masih kosong ini diserahkan kepada setiap pemiliknya agar diisi. Seperti kita tahu, mengisi pikiran caranya dengan belajar. Jika pikiran kita isi dengan kebaikan, itulah yang kita dapatkan, tentu saja sebaliknya demikian.

Kini mudah kita pahami, bahwa setiap orang telah memiliki sumberdaya diri, berupa bahan sukses yaitu jiwa, raga dan pikiran sebagai bukti kehidupan manusia yang berakal budi. Pikiran diisi dan dipergunakan untuk apa, diserahkan kepada pemiliknya, setiap diri manusia. Anjuran paling berdaya adalah, gunakan sumberdaya diri ini untuk memberdayakan orang lain, agar mereka juga menjadi penuh sumber daya seperti Anda.

Miliki niat/intensi, rumuskan tujuan, pahami bagaimana hasil dari tujuan itu, lakukan tindakan tepat dan buat apa yang Anda inginkan jadi kenyataan. Ajak dan libatkan orang lain juga melakukan hal yang sama, bukan sebaliknya, maka dengan begitu Anda telah menjadi sumberdaya bagi orang lain untuk sepenuh sumber daya sukseskan dirinya.

Salam selalu sehat dan lancar sukses.

Article 04. Sukses Hanya Terjadi Saat Anda Lakukan Aksi.

Akhirnya Anda menerima dari apa yang Anda kerjakan, bukan dari apa yang Anda harapkan. “It’s what you work for, not what you wish for, that you will end up receiving.” John Grinder

Sementara Anda sudah pahami, bahwa sukses atau apa yang Anda terima, dimulai dari tujuan apa yang Anda niatkan dan rumuskan dalam bentuk tujuan, pahami hasil akhirnya dalam pikiran sebagai outcome dan ujungnya hal itulah yang memerintahkan tubuh Anda untuk melakukan take action menggunkan bahan, alat dan cara yang tepat membuat apa yang jadi tujuan Anda jadi kenyataan.

Dari pemahaman di atas, kuncinya adalah adanya tindakan, ada take action, tidak hanya sekedar membuat tujuan dan outcome lalu diam. Outcome yang dimaknai dengan kepentingan-kepentingan, adalah apa yang membuat seorang terdorong melakukan tindakan mencapai tujuan, atau orang sering menyebutnya apa motivasi seorang melakukan sesuatu.

Saat dalam pikiran kita sudah terpasang tujuan dan memahami hasil akhirnya, agar seorang melakukan tindakan tepat, maka seorang perlu untuk memahami, apa makna tujuan yang ia miliki, apa penting dan manfaat hasil akhir bagi dirinya.

Saat arti, makna, penting dan manfaat tujuan sudah dipahami, bahkan dapat pula diamplifikasi atau digemakan dalam pikiran dan kemudian dikaitkan dengan intention atau niatan awalnya, maka outcome telah berubah menjadi purpose atau tujuan yang sangat penting, berarti dan bermakna, maka hal itulah yang mendorong orang melakukan tindakan tepat sesuai panduan atau kordinasi pikiran.

Arti, makna, dan pentingnya sebuah tujuan inilah pemercik dan pemicu dorongan tindakan atau hal yang melahirkan motivasi, sehingga seorang terdorong mengusahakan tujuan dengan tindakan-tindakan tepat memberi hasil suskes yang Anda terima. Dengan demikian mudah juga dapat Anda pahami, bahwa motivasi bukan datang dari luar diri Anda, namun lahir, berada dan membesar hanya dari dalam diri Anda, mulai dari pikiran Anda.

Untuk sukses diperlukan action menemukan dan melakukan satu cara dengan tindakan tepat. Salam lancar sukses.

Article 03. Pastikan Niatan & Tujuan

Adalah pemborosan waktu dan energi saja, saat Anda terlibat dengan suatu hal tanpa tindak lanjut tindakan tepat. “It’s a waste of your time to attend to issues that you cannot act upon.” John Grinder.

Dalam kehidupan sehari-hari, pikiran kita isinya hanyalah keinginan, maksud dan tujuan. Saat tujuan dalam pikiran kita ditindak lanjuti dengan kegiatan tepat, maka jadi kenyataan. Saat tujuan jadi kenyataan biasanya kita sebut peristiwa itu sebagai “suskes”. Jika isi pikiran hanyalah tujuan, dan tujuan jadi kenyataan adalah sukses, maka mudah bagi kita sekarang yakini saja, bahwa suskes hanyalah pikiran jadi kenyataan.

Hebatnya setiap kita adalah pemilik pikiran, jika demikian, setiap orang adalah pemilik hak suskes. Setiap orang dapat sukses, dan bahkan setiap orang dengan kehidupannya adalah sukses itu sendiri.

Maka pernyataan, terlibat dalam sebuah keadaan tanpa tindak lanjut, hanyalah pemborosan waktu dan energi saja, menjadi sangat tepat. Saat sukses adalah sebuah tujuan jadi kenyataan, hal itu hanya terjadi jika tujuan itu diusahakan, dilakukan tindakan, take action. Diperlukan action untuk sukses. Hanya diperlukan satu tindakan tepat untuk membuat tujuan kita jadi kenyataan. Untuk suskes, hanya dipelrukan satu cara tepat.

Jika demikian, cermat dan waspadai kawan, saat Anda hendak terlibat pada seuatu, maka buat, miliki, dan kembangkan intensi atau niat, rumuskan menjadi kalimat tujuan, bahkan pahami GPS suksesnya dalam pikiran Anda, jika atas tujuan itu dilakukan tindakan tertentu hasilnya seperti apa.

Hanya dengan begitu, Anda mudah pilih dan putuskan tindakan tepat apa yang perlu dilakukan dalam setiap keterlibatan diri Anda pada sebuah aktifitas. Lancar suskes, kawan.

Article 02. Teruslah Belajar

“Never stop learning, because live never stop teching” John Grinder

Kita sudah lazim dengan pepatah, “Pengalaman adalah guru yang baik.” Pertanyaan yang perlu kita ajukan kepada diri sendiri adalah, Sudahkan kita menjadi murid yang baik?

Anda tentu juga sudah tahu rahasia umum kalimat ini, Belajar sepanjang hidup, long life education. Pertanyaannya, apa itu belajar, mengapa perlu dilakukan sepanjang hidup, dan bagaimana caranya? Banyak orang berpendapat, belajar itu menambah ilmu, mempelajari hal baru, meningkatkan ketrampilan dll. Benar jika kita melihat hal itu sebagai konten belajar, yang artinya setiap orang memiliki pandangan, pengertian dan pengalaman yang berbeda, dan saat melakukan satu tindakan belajar, maka hanya hal tersehut yang didapatkan sang pelaku belajar.

Lalu bagaimana menurut NLP? Belajar hanyalah membuat sambungan syaraf baru dalam pikiran. Karena demikianlah, isi pikiran kita sebagian syaraf yang sudah tersambung menjadi program pikiran. Selebihnya setiap syaraf masih melayang-layang. Saat masuk informasi baru dalam pikiran, maka tersambunglah syaraf baru. Jika tidak diulang maka menjadi putus lagi dan lupa atau terhapus dari dalam pikiran. Jika diulang, maka sambungan syaraf makin tebal, dan menjadi jalan tol dalam pikiran, sehingga saat kita melakukan sesuai sambungan syaraf itu seolah nggak pakai mikir, atau dengan kata lain, setiap tindakan belajar, hasilnya adalah memiliki sikap sukses baru.

Bagaimana memasukkan informasi ke dalam pikiran? Jawaban atas pertanyaan ini merupakan jawaban pertanyaan atas bagaimana cara belajar tepat. Sudah tersedia alatnya dalam setiap diri kita. Ya memasukkan informasi ke dalam pikiran, adalah tugas panca indera; penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan dan perabaan kita. Informasi yang masuk melalui panca indera (memasukkan informasi untuk membuat samhungan syaraf baru), di filter oleh filter pikiran kita, hasilnya diijinkan masuk atau ditolak oleh pikiran.

Filter dalam pikiran kita adalah pengetahuan, ketrampilan, sikap dan keimanan kita, dan secara NLP, ditambahkan penghapusan, penyimpangan dan generalisasi (tentang filter pikiran dan tugasnya kita bahas di bagian lain buku ini). Setelah masuk dalam pikiran, dari penglihatan disimpan menjadi data Gambar (visual/V), dari pendengaran disimpan menjadi suara (audio/A), dan dari perabaan, pencecapan dan pembauan disimpan secara umum menjadi kinestetik/K atau kita permudah jadi Perasaan. Jadi hasil belajar masuk ke dalam pikiranmenjadi  isi pikiran kita. Dan isi pikiran sebagai hasil belajar adalah Gambar, Perasaan dan Suara (GPS). GPS ini pula lah bentuk dari setiap tujuan dan keinginan kita, yang bakal memandu kita menemukan cara tepat untuk mewujudkan keinginan dan tujuan jadi kenyataan.

Dan begitulah, selagi kita masih hidup, bisa melihat, mendengar dan merasakan, maka kita masih belajar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita gunakan Lihat, Dengar dan Rasakan (sebagai cara belajar) agar kita memahami keadaan dan melakukan atau memberi respon / melakukan tindakan paling tepat. Semakin tepat respon kita pada dunia dan orang lain, maka peluang sukses yang kita alamai menjadi lebih besar.

Itulah mengapa dikatakan, belajar sepanjang hidup, karena selagi kita masih hidup masih mempergunakan pancaindera, maka kita selalu membuat sambungan syaraf baru, dan setiap sambungan syaraf itu bakal menjadi modal untuk melakukan tindakan atau respon kita menghasilkan sukses seperti yang kita inginkan. Salam selalu sehat dan semakin lancar sukses

Article 01. Semua sudah tersedia solusinya

“Remember the obstacles you’ve overcome in the past, all the challenges you’ve seen off, you can do it again.” John Grinder

Ingat saja, hambatan dalam kehidupan jika ada, sebuah peristiwa atau keadaan saat Anda memaknainya sebagai hambatan, yang pernah Anda lalui dan alami, dapat saja terjadi lagi. Demikian juga dengan pengalaman Anda, membiarkan, menjadikannya masalah atau Anda hadapi dengan temukan solusi, itulah juga yang dapat saja terjadi lagi.

Bagaimana jika setiap keadaan hanya dilihat sebagai sebuah keadaan dan kejadian, karena makna yang Anda lekatkan pada kejadian itulah yang bakal jadi kenyataan dan Anda dapatkan dalam hidup Anda. Setiap keadaan yang belum sesuai harapan, hanyalah keadaan. Jika belum sesuai harapan, bartanyalah, cara tepat apa lagi yang perlu kulakukan sehingga keadaan berubah menjadi sesuai dengan harapan.

Dengan bertanya demikian, kita telah membuka pikiran diri, membuka peluang-peluang cara dan temukan satu cara tepat dan kemudian lakukan saja cara tepat sampai yang harapkan jadi kenyataan. Saat saya menyampaikan hal ini, seringkali orang masih bertanya, lalu cara tepatnya bagaimana… dan sesering itu pula saya sampaikan, bertanyalah pada pikiranmu dan temukan cara itu di sana.

Apa saja yang pernah alami, entah itu hambatan, masalah atau tantangan, juga sukses dan gemilangnya capaian Anda, dapat saja terulang dan terjadi lagi. Siapkan diri untuk hadapi dan kelola sukses Anda secara lebih baik lagi. Karena saat arah sudah ditetapkan dalam pikiran, cara menjadi mudah ditemukan, dan cara dalam pikiran itulah yang pandu tubuh Anda lakukan hanya hal-hal yang membuat kita semakin mendekatkan pada keadaan harapan jadi kenyataan.